RENSTRA

Tahun 2021 - 2026

RENSTRA YAKKUM
2021 - 2026

Untuk dapat memwujudkan Visi YAKKUM, dibutuhkan tahapan-tahapan yang harus dikerjakan secara sistematis. Renstra tahun 2021 - 2026 dihayati sebagai peletakan batu pijakan yang kuat dan sebagai tahun-tahun persiapan untuk mencapai percepatan renstra berikutnya yang mengusung tema aggresive growth. Tema renstra tersebut dicapai dengan isu strategis yang secara implisit dilihat sebagai target prioritas yang hendak dicapai dalam tahapannya. Isu-isu strategis di Renstra tahun 2021 - 2026 ini adalah:

1.PEMIMPIN PUNCAK
Isu strategis ini terkait dengan regenerasi kepemimpinan, Competency Based Human Resource Management dalam rangka tersedianya pemimpin puncak maupun terciptanya talent pool di unit kerja. Meskipun pemimpin puncak menjadi isu strategis, tentu dipahami bahwa isu ini bukan isu yang berdiri sendiri. Mendapatkan pemimpin puncak yang tepat, juga berarti menggarap seluruh SDM di dalam organisasi. Pemimpin puncak yang mumpuni membutuhkan SDM untuk disiapkan.

2.SISTEM DAN ALAT
YAKKUM mesti mengadakan, menyempurnakan alat-alat pemantau organisasi dan membangun sistem manajemen yang mudah, murah, cepat, akuntabel dan tampak, sehingga proses bisnis dalam unit kerja YAKKUM juga mendukung peningkatan kinerja YAKKUM.

3.MANAJEMEN ASET DAN DANA
Melakukan tindakan-tindakan konkrit dalam fundraising dan funding management, serta melakukan pengelolaan aset yang produktif sehingga mampu menjaga keberlangsungan unit kerja YAKKUM.

4.KEUNGGULAN KOMPETITIF
Keunggulan kompetitif harus dimunculkan dari setiap unit, yang secara umum menunjukkan pelayanan holistik, menyeluruh, inklusif, menunjukkan kebaharuan terjangkau.

5.DUKUNGAN DAN JEJARING
YAKKUM hari ini memiliki 12 unit rumah sakit dengan sejumlah klinik satelit, pengembangan 3 unit kesehatan masyarakat dan kemanusiaan, 3 unit pendidikan yang lokasinya tersebar di Yogyakarta Jawa Tengah, dan Lampung. Dengan adanya sekian jumlah unit, sebetulnya bisa menjadi leverage buat YAKKUM. Dalam sistem pengadaannya misalnya, juga dalam sistem talent management. Boleh dikata YAKKUM sendiri bisa membentuk sebuah ekosistem layanan kesehatan ketika terintegrasi ke dalam. Belum lagi sebagai organisasi milik gereja, ia bisa berjejaring ke luar juga. Dan sebagai sebuah entitas yang tidak bisa berdiri sendiri, maka memang berjejaring sudah harus menjalankan proses bisnisnya. Oleh sebab itu, YAKKUM mesti mengelola aset dan dananya dengan membentuk Jaringan Kesehatan YAKKUM.

1.PEMIMPIN PUNCAK
Isu strategis ini terkait dengan regenerasi kepemimpinan, Competency Based Human Resource Management dalam rangka tersedianya pemimpin puncak maupun terciptanya talent pool di unit kerja. Meskipun pemimpin puncak menjadi isu strategis, tentu dipahami bahwa isu ini bukan isu yang berdiri sendiri. Mendapatkan pemimpin puncak yang tepat, juga berarti menggarap seluruh SDM di dalam organisasi. Pemimpin puncak yang mumpuni membutuhkan SDM untuk disiapkan.

2.SISTEM DAN ALAT
YAKKUM mesti mengadakan, menyempurnakan alat-alat pemantau organisasi dan membangun sistem manajemen yang mudah, murah, cepat, akuntabel dan tampak, sehingga proses bisnis dalam unit kerja YAKKUM juga mendukung peningkatan kinerja YAKKUM.

3.MANAJEMEN ASET DAN DANA
Melakukan tindakan-tindakan konkrit dalam fundraising dan funding management, serta melakukan pengelolaan aset yang produktif sehingga mampu menjaga keberlangsungan unit kerja YAKKUM.

4.KEUNGGULAN KOMPETITIF
Keunggulan kompetitif harus dimunculkan dari setiap unit, yang secara umum menunjukkan pelayanan holistik, menyeluruh, inklusif, menunjukkan kebaharuan terjangkau.

5.DUKUNGAN DAN JEJARING
YAKKUM hari ini memiliki 12 unit rumah sakit dengan sejumlah klinik satelit, pengembangan 3 unit kesehatan masyarakat dan kemanusiaan, 3 unit pendidikan yang lokasinya tersebar di Yogyakarta Jawa Tengah, dan Lampung. Dengan adanya sekian jumlah unit, sebetulnya bisa menjadi leverage buat YAKKUM. Dalam sistem pengadaannya misalnya, juga dalam sistem talent management. Boleh dikata YAKKUM sendiri bisa membentuk sebuah ekosistem layanan kesehatan ketika terintegrasi ke dalam. Belum lagi sebagai organisasi milik gereja, ia bisa berjejaring ke luar juga. Dan sebagai sebuah entitas yang tidak bisa berdiri sendiri, maka memang berjejaring sudah harus menjalankan proses bisnisnya. Oleh sebab itu, YAKKUM mesti mengelola aset dan dananya dengan membentuk Jaringan Kesehatan YAKKUM.